PM India Narendra Modi, Jumat (25/12), menawarkan pembicaraan baru untuk menutup kebuntuan terkait reformasi pertanian – sebuah langkah yang dinilai banyak pihak sebagai usaha terbarunya untuk membujuk para petani yang sudah memprotes kebijakan itu selama hampir sebulan.

Puluhan ribu petani telah berkemah di kurang titik masuk ke New Delhi sejak 26 November sebagai periode dari unjuk rasa menentang 3 undang-undang baru yang menurut itu akan menutup pasar-pasar yang telah terkelola dengan baik, menekan makna produksi pertanian dan menurunkan penerimaan mereka.

AFP melaorkan, para petani juga khawatir negeri akan berhenti membeli gandum serta beras dengan harga terjamin, & membiarkan mereka bergantung pada perusahaan-perusahaan besar.

Dalam pidatonya yang ditujukan kepada jutaan petani di berbagai penjuru negeri itu, Modi berusaha untuk menghilangkan keraguan mereka dengan bersikeras mengatakan bahwa ketiga undang-undang yang disahkan di bulan September lalu itu mau memberi mereka kebebasan untuk menjual produk mereka “di mana selalu dan kepada siapa pun yang mereka suka. ”

“Kebohongan-kebohongan saat ini tersebar. Tersedia yang mengatakan bahwa pasar-pasar lokal akan ditutup dan harga pokok akan dihentikan. Jangan terpancing oleh mereka yang memiliki motif kebijakan, ” kata Modi. “Saya mengucapkan ini dengan kerendahan hati bahwa kami siap membahas setiap masalah petani, bahkan dengan partai politik yang menentang kami, demi nasib petani. ”

Modi juga menggelontorkan dana bantuan senilai $ 2, 5 miliar (setara dengan Rp 32, 25 triliun) bagi 90 juta petani bersandarkan skema keuangan yang dijanjikan partainya tahun lalu.

Dalam bawah skema transfer tunai langsung itu, para petani kecil masing-masing juga akan mendapatkan bantuan $ 82 per tahun dalam 4 kali angsuran.

Modi juga berdialog dengan tujuh petani dari berbagai negara bagian melalaikan konferensi video. Pada acara tersebut, para petani tersebut mengatakan mereka memuji berbagai skema pertanian negeri.

Sekitar 70 obat jerih dari 1, 3 miliar anak buah India bekerja di sektor pertanian. Sektor itu menyumbang 15 obat jerih dari total ekonominya yang bernilai $ 2, 7 triliun.

Namun dalam beberapa dekade terakhir, pendapatan pertanian mengalami kelumpuhan, dan para ahli mengatakan daerah ini sangat membutuhkan investasi dan modernisasi.

Serikat-serikat petani menuntut pencabutan total ketiga undang-undang itu dan memperingatkan akan melancarkan aksi lebih keras jika syarat mereka tidak dipenuhi. [ab/uh]