Seorang ilmuwan di Inggris baru-baru ini menemukan varian baru virus corona. Virus hasil mutasi itu diberi nama SarsCov 2 VUI 202012/01. Spesialis Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito mengucapkan varian virus serupa juga telah ditemukan di negara-negara Eropa serta Australia.

Maka dibanding itu, melalui Surat Edaran (SE) nomor 3 tahun 2020, Satgas pun memperketat pengawasan kedatangan karakter perjalanan dari Inggris, Eropa serta Australia. Khusus untuk warga negeri Inggris, ungkap Wiku, untuk tengah waktu dilarang masuk ke provinsi Indonesia.

“SE ini mengatur warga negara asing lantaran Inggris, baik secara langsung maupun transit di negara asing tak dapat memasuki wilayah Indonesia untuk sementara waktu, ” ungkap Resi dalam telekonferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (24/12).

Sementara itu, untuk masyarakat negara asing yang berasal sejak Eropa dan Australia yang hendak memasuki Indonesia baik secara langsung maupun transit di negara asing, harus menunjukkan hasil negatif rapid test PCR di negara pokok yang berlaku maksimal 2×24 tanda sebelum jam keberangkatan.

Para calon penumpang antre untuk pemeriksaan dokumen sebelum menaiki pesawat di Bandara Soekarno-Hatta di tengah pandemi virus corona (Covid-19) di Jakarta, 21 Mei 2020. (Foto: Reuters)


Para calon penumpang antre buat pemeriksaan dokumen sebelum menaiki udara di Bandara Soekarno-Hatta di sedang pandemi virus corona (Covid-19) dalam Jakarta, 21 Mei 2020. (Foto: Reuters)

Hal yang sama juga sahih bagi warga negara Indonesia (WNI) yang memiliki riwayat perjalanan lantaran Eropa dan Australia ketika mau masuk ke Indonesia.

Tahapan selanjutnya, jelas Wiku, bagi pelaku perjalanan yang lolos tahap awal pemeriksaan harus melakukan ulangan ulang rapid test PCR di Indonesia. Jika hasilnya positif, kudu menjalani perawatan. Jika hasilnya minus, harus melakukan isolasi mandiri selama lima hari di hotel-hotel yang sudah disiapkan oleh satgas.

“Setelah melakukan isolasi mandiri selama lima hari sejak tanggal kedatangan, dilakukan tes ulang RT (rapid test, red) PCR kedua, masukan tes ulang RT PCR yang dilakukan lima hari pasca isolasi adalah median waktu inkubasi virus Covid-19 yaitu selama lima hari. Selanjutnya apabila hasilnya negatif, oleh sebab itu pelaku perjalanan diperbolehkan untuk meneruskan perjalanan di Indonesia, ” prawacana Wiku.

Seorang petugas bersiap melakukan tes PCR Covid-19 di tengah meningkatnya kasus positif dalam pandemi corona di Jakarta, Indonesia, 24 November 2020. REUTERS/Willy Kurniawan


Seorang aparat bersiap melakukan tes PCR Covid-19 di tengah meningkatnya kasus positif dalam pandemi corona di Jakarta, Indonesia, 24 November 2020. REUTERS/Willy Kurniawan

Apabila hasil tes ke-2 hasilnya positif, pelaku perjalanan kudu melakukan perawatan lanjutan. Dalam hal ini, Satgas mengatakan biaya pembelaan bagi WNI akan ditanggung sebab pemerintah, dan untuk WNA bersemangat mandiri atau berbayar.

Untuk tahapan isolasi mandiri, negeri sudah bekerja sama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dengan menyediakan lebih dari 3. 570 kamar. Sama halnya secara biaya perawatan, bagi WNA bakal dikenakan bayaran, sedangkan untuk WNI tetap ditanggung oleh pemerintah.

Wiku menjelaskan, peraturan ketat ini dibuat sebagai bentuk keterampilan pemerintah dalam merespons fenomena pergantian virus corona yang terjadi di beberapa negara. Secara umum, ujar Wiku, semua virus memang mampu bermutasi pada saat terjadinya replikasi dalam proses infeksi.

“Salah satu upaya yang mampu dilakukan saat ini untuk menekan mutasi virus, adalah dengan selalu menekan penularannya. Oleh karena secara mematuhi protokol kesehatan kita pun berkontribusi dalam menekan laju pergantian virus Covid-19 karena replikasi virus dalam proses infeksi juga sanggup dicegah, ” tuturnya.

Kasus Aktif Semakin Lekas Naik

Resi juga melaporkan n kasus aktif Covid-19 di Indonesia menunjukkan tren yang semakin memburuk. Laju kemajuan kasus aktif, katanya, semakin periode semakin cepat. Ia mencontohkan pada periode Maret-Juli, kasus aktif menyusun dari 1. 107 menjadi 37. 342. Kenaikan kasus aktif tersebut juga dibarengi dengan peningkatan testing mingguan hingga 50 persen dan disertai libur panjang Idul Fitri di dalam 22-25 Mei 2020.

Kenaikan kasus aktif tertinggi pada waktu tersingkat, jelas Wiku, berlaku pada November-Desember 2020. Jumlah peristiwa aktif meningkat dua kali ganda dari 54. 804 menjadi 103. 239 hanya dalam waktu utama bulan. Hal ini juga dibarengi dengan peningkatan testing yang lebih hina dari sebelumnya yakni 30 obat jerih. Selain itu, persentase daerah dengan tidak mematuhi protokol kesehatan serupa meningkat 48, 01 persen.

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengungkapkan kenaikan kasus aktif Covid-19 di Indonesia semakin lama semakin cepat (Foto: VOA).


Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengungkapkan kemajuan kasus aktif Covid-19 di Indonesia semakin lama semakin cepat (Foto: VOA).

“Dapat disimpulkan bahwa di setiap kenaikan kasus aktif, selalu diiringi dengan kenaikan persentase wilayah yang tidak patuh pada protokol kesehatan dan selalu berawal dibanding event libur panjang. Kemudian walaupun testing mingguan meningkat, namun peristiwa baik tersebut tidak dibarengi secara penurunan kasus aktif, seharusnya sekalipun testing meningkat, angka kasus aktif kudu terus menurun, ” jelasnya.

Tetap Menjalankan 3 M (memakai masker, mencuci tangan, menggembala jarak), Pemda Bisa Memberikan Denda Bagi Orang yang Tidak Bakal Divaksin

Satgas mengutarakan bahwa pemerintah daerah mempunyai kewenangan untuk menjatuhkan denda bagi asosiasi yang menolak mengikuti program vaksinasi massal Covid-19.

“Pada prinsipnya sanksi adalah kewenangan negeri daerah dan dapat diberikan biar masyarakat patuh dan ikut serta dalam program vaksinasi sehingga herd immunity dapat dicapai dengan mudah, ” ungkapnya.

Selanjutnya, Wiku mengatakan bahwa persiapan program vaksinasi telah berjalan dengan baik. Pemerintah pusat dan daerah terus berkoordinasi untuk memastikan distribusi vaksin nanti dapat berjalan dengan lancar. Kesiapan ini, juga tercermin dari kesiapan cold chain yang secara nasional sudah mencapai 97 persen. [gi/ab]