Negeri Perancis menyatakan Presiden Emmanuel Macron positif terjangkit virus corona. “Presiden dinyatakan positif terjangkit COVID-19 keadaan ini, ” sebut pernyataan dari kantor presiden hari Kamis. Disebutkan bahwa Macron menjalani tes setelah menunjukkan “gejala-gejala awal terjangkit. ”

Pemerintah menyatakan Macron akan melakukan isolasi mandiri semasa tujuh hari, sesuai dengan peraturan nasional, dan akan terus bekerja serta melakukan aktivitasnya dari jangka jauh.

Presiden Perancis itu menambah panjang daftar presiden dan pemerintahan di seluruh dunia yang terjangkit COVID-19, yang mencakup juga PM Inggris Boris Johnson dan Presiden AS Donald Trump.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Kamis (17/12) menyatakan China akan menyambut baik tim global yang terdiri dari para ahli pada awal Januari mendatang, sebagai bagian dari penyelidikan mengenai asal usul virus corona yang telah menerbitkan pandemi global. Sejauh ini, virus tersebut telah menewaskan lebih dari 1, 6 juta orang dari 74, 2 juta orang yang terjangkit.

Dr Babatunde Olowokure, direktur darurat regional WHO untuk wilayah Pasifik Barat mengucapkan, “WHO terus menghubungi China dan membahas hal ini, tim universal dan tempat-tempat yang mereka kunjungi. ”

Tim beranggotakan 10 orang itu akan menyimak data medis dan menguji sampel untuk menentukan bagaimana virus pasal COVID-19 itu berpindah dari hewan ke manusia, dan di mana asal mulanya. Sebagian besar penyelidik meyakini virus yang pertama kali dideteksi pada akhir 2019 dalam Wuhan, China Tengah itu berpangkal dari kelelawar. Presiden Trump menyangka pemerintah China menutup-nutupi informasi melanggar pandemi ini.

Tengah itu, proses persetujuan resmi untuk vaksin COVID-19 kedua di AS dimulai pada hari Kamis (17/12).

Komite penasihat vaksin di Badan Pengawas Makanan dan Obat-obatan AS (FDA) akan meninjau data mengenai vaksin yang dikembangkan bersama oleh perusahaan farmasi berbasis di Massachusetts, Moderna, dan Institut Kesehatan Nasional (NIH). Para regulator FDA awal pekan ini membenarkan klaim Moderna mengenai keamanan & efektivitas vaksinnya.

Jika panel tersebut menyetujui vaksin Moderna, FDA dapat memberi izin bagi penggunaan darurat vaksin itu sedini Jumat, yang berarti hampir enam juta dosis vaksin itu mampu didistribusikan ke berbagai penjuru GANDAR mulai pekan depan. Vaksin Moderna-NIH itu akan merupakan tambahan bagi 2, 9 juta dosis vaksin buatan Pfizer-BioNTech yang didistribusikan minggu ini, yang mengawali upaya imunisasi di AS. Vaksin itu berangkat diberikan kepada para petugas layanan kesehatan dan penghuni panti sepuh.

Gedung Putih, Rabu (16/12) mengumumkan bahwa Wakil Pemimpin Mike Pence akan menjalani vaksinasi pada hari Jumat (18/12). Kepala terpilih Joe Biden akan divaksinasi sekitar pekan depan, sebut awak transisinya. Biden, yang berusia 78 tahun, berisiko tinggi tertular virus itu mengingat usianya.

FDA, Rabu (16/12) menyatakan bahwa apoteker dapat mengambil dosis suplemen dari vaksin Pfizer jika ada larutan yang tersisa dalam ampul vaksin. Ampul itu seharusnya memuat vaksin yang cukup untuk lima dosis, tetapi para apoteker mendapati cukup banyak larutan untuk ukuran keenam atau bahkan ketujuh. Seorang juru bicara mengatakan dalam sepadan pernyataan, FDA bekerja sama dengan Pfizer untuk menentukan “jalan terbaik ke depannya. ”


Colleen Teevan, Manajer Klinik Farmasi Sistem di Hartford HealthCare, menanamkan vaksin COVID-19 produksi Pfizer-BioNTech kepada petugas kesehatan Connor Paleski di luar Rumah Sakit Hartford pada Hartford, Connecticut, 14 Desember 2020,. (Foto: AP / Jessica Hil

Sedikitnya seorang petugas layanan kesehatan di Alaska mengalami reaksi alergi hanya beberapa menit setelah diimunisasi vaksin Pfizer pada hari Selasa. Ini adalah kasus pertama menimpa reaksi semacam itu di AS.

The New York Times melaporkan seorang aparat layanan kesehatan kedua di sendi sakit yang serupa di Alaska, pula mengalami reaksi alergi dalam beberapa menit setelah diimunisasi. Dua petugas layanan kesehatan di Inggris pula mengalami hal serupa setelah menyambut vaksin Pfizer-BioNTech.

Vaksin biasanya menghasilkan berbagai efek tepi, seperti demam, kelelahan, sakit kepala atau nyeri di bagian yang disuntik, tetapi para pejabat menyatakan efek tersebut merupakan hal umum dan hilang dalam satu atau dua hari.

Petunjuk mengenai vaksin Moderna-NIH yang diajukan ke FDA mengungkapkan bahwa empat sukarelawan dalam uji klinis tahap akhirnya mengalami Bell’s palsy, sepadan kondisi yang antara lain menyebabkan kelumpuhan sementara atau kelemahan di otot-otot wajah. Tiga partisipan menerima vaksin dua dosis itu namun seorang lagi mendapat plasebo. [uh/ab]