Para pejabat Armenia dan Azerbaijan saling menuduh pihak yang lain melanggar perjanjian perdamaian yang mengakhiri pertempuran enam minggu di Nagorno-Karabakh.

Para pejabat separatis di Nagorno-Karabakh mengatakan militer Azerbaijan melancarkan sebuah serangan Jumat (11/12) malam yang melukai tiga tentara etnis Armenia.

Kementerian Pertahanan Armenia kemudian menuduh bahwa militer Azerbaijan melancarkan serangan Sabtu (12/12) di sebelah selatan Nagorno-Karabakh.

Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev menuduh pasukan Armenia memulai pertempuran itu dan mengancam akan menghancurkan mereka.

Berbagai laporan mengenai pertempuran baru itu muncul hanya lebih dari sebulan setelah penandatanganan perjanjian perdamaian yang dimediasi Rusia. Perjanjian itu memungkinkan Azerbaijan merebut kembali kontrol atas suatu wilayah yang luas di Nagorno-Karabakh dan sekitarnya. [vm/ft]