Virus corona menyerobot banyak pejabat negara. Baru-baru itu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan hasil tes usapnya dengan dinyatakan positif.

Anies bukanlah orang pertama di lingkungan pemerintahan DKI Jakarta yang terkena Covid-19. Sebelumnya Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria sudah dinyatakan positif Covid-19. Hingga saat ini ada 11 pejabat pemerintahan DKI Jakarta yang terkonfirmasi tersentuh virus ini.

Walaupun Anies dinyatakan positif dan melakukan isolasi mandiri, tetapi ia membuktikan tetap akan memimpin ibu kota.

Anies menegaskan bakal tetap menjalani tugas sebagai gubernur dengan bekerja secara virtual, tercatat memimpin rapat-rapat. Hal itu sudah biasa dilakukan sejak Maret lalu ketika pandemi mulai merebak Indonesia. Anies meyakini hal semacam ini tidak mengganggu proses pengambilan keputusan dan pemerintahan.


Kurang pengunjung mengenakan masker di asing sebuah mal di pasar Negeri Abang, di tengah pandemi virus corona (COVID-19), 23 November 2020. (Foto: Reuters)

Namun pengamat kebijakan publik di Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah, menilai memimpin Jakarta dalam kondisi sakit tidak akan efektif. Jakarta sebagai ibu kota negara memiliki banyak masalah yang kudu ditangani dan diputuskan secara langsung. Menurutnya Anies sedianya menyerahkan pekerjaannya tersebut kepada Sekretaris Daerah ataupun pejabat lainnya yang tepat.

“Tidak efektif karena memang rapat secara virtual atau online bisa, tetapi ini persoalannya ada banyak keputusan-keputusan karena ini DKI Jakarta yang memerlukan penanganan dengan tepat, terpadu dan terarah. Oleh sebab itu diperlukan kadang-kadang rapat yang sifatnya langsung, ” ujar Trubus.

Menurut Trubus jika Gubernur Anies tetap memimpin Jakarta pada kondisi sakit, akan banyak kasus yang buntu. Misalnya, Trubus mempertontonkan, keputusan mengenai apakah melanjutkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi atau pengendalian yang lebih selektif.

“Nah untuk membatalkan berarti harus orang yang kepemimpinannya kuat, solid. Persoalannya kalau posisi pak Anies sakit apalagi kepanjangan kan nanti jadi masalah, ” kata Trubus.


Uraian dari udara pemakaman umum Tempat tinggal Rangon untuk korban Covid-19, pada Jakarta, 25 November 2020. (Foto: Reuters)

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko yakin Anies Baswedan masih bisa memimpin DKI Jakarta dan beroperasi, meski terinfeksi Covid-19.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, tambahnya, tetap akan berjalan dengan bagus tanpa kehadiran Gubernur DKI yang sedang isolasi mandiri.

Menurutnya selama pemerintah daerah masih melaksanakan tugasnya secara efektif, maka Anies akan tetap memimpin Jakarta. Ia juga merujuk pada kecanggihan teknologi komunikasi yang memungkinkan Anies masih dapat memimpin rapat serta berkomunikasi secara virtual.

“Menurut saya sementara masih bisa berjalan dengan baik. Dengan adanya akses komunikais yang sekarang tersedia saya pikir bisa dimana saja, ” tambah Moeldoko. [fw/em]