Sehari setelah polisi Argentina menggeledah rumah dan kantor salah seorang dokter Diego Maradona, pengacara salah satu mantan pasangan Maradona, Senin (30/11), mengutarakan mereka kini menyelidiki apakah maut pesepakbola dunia itu disebabkan oleh faktor kelalaian.

Mario Baudry, pengacara Veronica Ojeda, mengatakan kepala Maradona terbentur di sendi setelah ia keluar dari sendi sakit, dan ia tidak dirawat dengan baik oleh dokter. Ojeda memiliki seorang anak dari Maradona.

Baudry juga mengklaim bahwa pada satu waktu Maradona jatuh membentur dinding dan ia tidak mendapat perawatan.

Sementara itu pengacara bagi spesialis syaraf Leopoldo Luque, Mara Digiuni, mengatakan tidak ada tuntutan kepada dokter itu, dan bahwa kliennya tidak bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada bintang menyepak bola yang meninggal pekan lulus itu.

Menurut maklumat dari kantor tim jaksa San Isidro, yang mengawasi penyelidikan terhadap tindakan medis yang diterima Maradona sebelum kematiannya, tim penyelidik meja hijau telah meminta pernyataan beberapa kru Maradona.

Fans sepakbola di Argentina dan seluruh negeri menunjukkan perhatian dan emosi dengan luar biasa atas kematian Maradona. Puluhan ribu penggemarnya berbaris sambil membekukan isak tangis melewati peti mati Maradona di Istana Kepresidenan Argentina, di mana jenazahnya disemayamkan, pra dimakamkan Kamis mendatang (3/12). [em/ft]