Eksekusi terpidana lebur kasus pembunuhan, Orlando Hall, di kompleks penjara federal di Indiana pada 19 November, menandai buat pertama kalinya dalam lebih daripada satu abad hukuman mati federal dilakukan pada bulan-bulan pada abu masa jabatan presiden AS sesudah pemilu.

Namun, tersebut bukan satu-satunya eksekusi selama minggu-minggu terakhir masa jabatan Presiden Donald Trump. Lima terpidana mati federal lainnya, termasuk satu-satunya perempuan, kini berada di antara terpidana yang akan dihukum mati oleh kurungan federal. Mereka dijadwalkan akan dieksekusi dua bulan ke depan. Eksekusi bagi narapidana yang terakhir dijadwalkan hanya lima hari sebelum Trump meninggalkan jabatannya pada 20 Januari.

Menurut Pusat Keterangan Hukuman Mati, eksekusi federal pasca-pemilu, terakhir dilakukan pada1889 dalam bulan-bulan terakhir kepresidenan pertama Grover Cleveland. Secara tradisi, presiden yang lengkap menjabat, menyerahkan keputusan akhir dengan menunggu keputusan tentang eksekusi itu kepada penerusnya.

Bila kelima eksekusi yang dijadwalkan tersebut dilanjutkan, sebanyak 13 tahanan federal akan dihukum mati dengan suntikan mematikan antara Juli 2020 datang Januari 2021, yang berakhir sesaat sebelum Presiden terpilih Joe Biden dilantik pada 20 Januari.

Sebagian besar eksekusi dalam Amerika dilakukan di tingkat negeri bagian. Tahun lalu saja, berlangsung 22 eksekusi negara bagian, dipadankan dengan tiga eksekusi federal pada 34 tahun sebelumnya. [ps/ft]