Seorang mantan perwira Pasukan Khusus Tentara Darat Amerika Serikat, Rabu (18/11), mengaku bersalah atas tuduhan menyerahkan informasi militer sensitif kepada biro intelijen Rusia.

Peter Rafael Dzibinski Debbins, usia 45 tahun, yang ditangkap Agustus berantakan, mengaku bersalah atas satu perkara menyampaikan informasi pertahanan kepada negeri asing.

Departemen Yustisi Amerika, dalam pernyataan tertulisnya membuktikan Debbins akan dijatuhi hukuman dalam Februari mendatang dan menghadapi hukuman penjara maksimal seumur hidup.

Menurut dokumen pengadilan, Debbins – yang bertugas di unit elit Baret Hijau antara 1996-2011 – secara berkala melakukan perjalanan ke Rusia. Menurut tim jaksa Amerika dalam pernyatannya, pada 1997 Debbins diberi nama sandi “Ikar Lesnikov” dan menandatangani pernyataan yang memeriksa bahwa ia ingin “melayani Rusia.

“Debbins hari ini mengakui bahwa ia telah melanggar kepercayaan tertinggi negara itu dengan memberikan informasi keamanan nasional yang sensitif kepada Rusia, ” ujar John C. Demers, Asisten Jaksa Agung untuk Keamanan Nasional dalam sebuah pernyataan.

“Debbins mengkhianati sumpahnya, negaranya, dan anggota tim Pasukan Khususnya, secara maksud untuk merugikan Amerika & membantu Rusia, ” tambahnya.

Dalam sebuah pernyataan lain, juru bicara Angkatan Darat Amerika Serikat mengatakan “ketika ada prajurit di antara barisan kita dengan berkolusi untuk memberikan informasi rahasia kepada musuh asing, mereka mengkhianati sumpah yang mereka sampaikan untuk negara dan kewajiban pada sesama prajurit. ”

Direkrut Usia 21 Tahun

Menurut dokumen meja hijau, ibu Debbins lahir di tanda Uni Sovyet. Ia mulai mengembangkan “minat pada Rusia setidaknya sebagian karena warisan ibunya. ”

Debbins pertama kali mengabulkan perjalanan ke Rusia pada 1994 ketika ia berusia 19 tarikh. Saat itu dia bertemu secara seorang perempuan yang kemudian menjadi istrinya, di Kota Chelyabinsk. Pedusi Debbins adalah putri prajurit militer Rusia.

Ketika melancarkan di University of Minnesota di dalam 1996 sebagai anggota Korps Latihan Pasukan Cadangan (Reserve Officers Training Corps/ROTC), Debbins mengunjungi Chelyabinsk dalam mana ia diduga direkrut sebab agen-agen intelijen Rusia. Chelyabinsk terletak di dekat sebuah pangkalan tentara Rusia. ROTC adalah program latihan prajurit militer Amerika bagi mahasiswa universitas dan perguruan tinggi.

Debbins berdinas di Tentara Darat dari 1998 hingga 2005. Penugasan pertama Debbins adalah jadi prajurit di unit kimia, dan kemudian sebagai kapten Pasukan Istimewa. Tim jaksa mengatakan ia berbaur dengan pasukan itu atas tuntutan agen Rusia dan diberhentikan secara hormat pada 2005 setelah analisis terhadap pelanggaran keamanan.

Aktivitas rahasia Debbins bagi agen-agen intelijen Rusia berlangsung selama tujuh tahun semasa dinas militer aktifnya, dan seterusnya. Menurut dokumen mahkamah, tiga tahun setelah berhenti bertugas, pada 2008 Debbins memberi agen-agen Rusia sejumlah informasi tentang misi dan aktivitas bekas unit Rombongan Khusus-nya di Azerbaijan dan Georgia.

Ia juga mengungkapkan sejumlah nama mantan anggota tim Pasukan Khusus-nya, informasi yang dicari Rusia “untuk mengevaluasi apakah mereka akan bersedia bekerjasama dengan dinas intelijen Rusia, ” demikian patuh pengajuan pengadilan yang dibuat sehubungan dengan pengakuan bersalahnya.

Debbins memberikan informasi ini pada Rusia “setidaknya sebagian karena ia marah dan merasa pedih secara masa dinasnya di Angkatan Darat Amerika, ” tambah dokumen itu.

Salah seorang adjuster Debbins, David Barry Benowitz, tak menanggapi permintaan tanggapan dari wartawan. [em/ft]