Iran terus menambah persediaan uranium yang diperkaya rendah, jauh melampaui batas dengan ditetapkan dalam kesepakatan nuklir penting dengan negara-negara kuat dunia.

Badan Energi Atom Universal ( International Atomic Energy Agency/ IAEA ), Rabu (11/11), mengatakan Iran memperkaya uraniumnya hingga kemurnian yang lebih tinggi dari yang diizinkan, kata pranata pengawas atom PBB,

IAEA melaporkan dalam dokumen spion yang dibagikan ke negara-negara anggota dan dilihat kantor berita Associated Press bahwa Iran pada 2 November memiliki persediaan 2. 442, 9 kilogram uranium yang diperkaya nista, naik dari 2. 105, 4 kilogram yang dilaporkan pada 25 Agustus.

Kesepakatan nuklir ditandatangani pada 2015 dengan Amerika, Jerman, Perancis, Inggris, China & Rusia. Dikenal sebagai Rencana Laku Komprehensif Bersama atau JCPOA, kesepakatan itu memungkinkan Iran hanya mengemasi 202, 8 kilogram. IAEA mengadukan bahwa Iran juga terus memperkaya uranium hingga kemurnian sampai 4, 5 persen, lebih tinggi daripada 3, 67 persen yang diizinkan berdasar kesepakatan itu.

Iran secara terbuka mengumumkan seluruh pelanggaran itu, dan melakukannya setelah Amerika menarik diri secara sepihak dari kesepakatan itu pada 2018. Kesepakatan itu menjanjikan insentif ekonomi bagi Iran sebagai imbalan berasaskan pembatasan program nuklirnya. Setelah keluar, Amerika menerapkan sanksi baru terhadap Iran. Sebaliknya, Iran menekan pihak yang tersisa dengan melakukan pengingkaran itu supaya mereka menemukan cara baru untuk mengimbangi aksi Amerika yang melumpuhkan ekonominya. [ka/pp]