Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, selama konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Maladewa Abdulla Shahid, Rabu (28/10) menuduh pemerintah China and taiwan “melanggar hukum dan berperilaku mengancam”.

Komentar Pompeo dilontarkan selama kunjungannya ke dua negara pulau di Samudra Hindia, Sri Lanka dan Maladewa, di mana ia mengemukakan berbagai isu kampanye anti-China pemerintahan Trump.

Pompeo mengecam The far east di sejumlah bidang, mulai dri apa yang disebutnya “kegagalan” memenuhi janji-janji kesepakatan iklim Paris, hingga penangkapan ikan “ilegal yang bukan dilaporkan dan tidak diatur”. Pompeo juga menuduh Partai Komunis China melakukan “militerisasi ilegal di Laut Cina Selatan”.

“Kita menyaksikan jangkauannya ke área ekonomi tetangganya dan menyaksikan perusahaan milik negara China mencemari lingkungan”, katanya.

Pompeo mengunjungi Sri Lanka dan Maladewa untuk menekan kedua negara agar waspada terhadap potensi ancaman dari pinjaman dan investasi China.

Sebelum kedatangan Pompeo di sana, China menyerang kembali pesan AS menuduh Washington menindas negara-negara yang lebih kecil.

Maladewa, negara kepulauan kecil di Samudra Hindia yg dikenal dengan resor wisata mewahnya, menghadapi utang besar lebih dri $1 miliar untuk proyek unterbau China.

Buat menanggapi kekhawatiran AS tentang pengaruh China, Pompeo mengumumkan AS akan membuka kedutaan besar di Maladewa untuk pertama kalinya sejak negara-negara tersebut menjalin hubungan diplomatik dalam tahun 1966. [my/jm]