Warga Somalia-Amerika Dinobatkan Sebagai Guru Terbaik Minnesota 2020Â

Qorsho Hassan, usia thirty tahun, terkejut dan bahagia ketika dinobatkan sebagai Guru Terbaik Tahun 2020 pada awal Agustus lalu. Ini merupakan penghargaan pertama untuk warga Amerika keturunan Somalia di negara bagian Minnesota.

“Perasaan saya campur aduk: bahagia. Saya merasa lega. Ya juga sangat gembira, bukan sebatas bagi saya sendiri, tetapi juga bagi keluarga, siswa saya, komunitas sekolah saya dan komunitas jamaah Somalia, ” kata Qorsho Hasan.

Hassan dipilih dari lebih 130 nominasi. Ia dipuji karena kedekatannya dengan siswa kelas lima di sekolah dasar Gideon Pond di Burnsville, pinggiran kota Minneapolis.

“Sebagai guru, kita harus memastikan bahwa anak siap secara sosial dan kejiwaan untuk belajar. Kalau tidak siap, mereka akan kesulitan memahami mata pelajaran dan tidak dapat mengerti apa yang disampaikan guru-guru mereka, ” katanya.


Ilustrasi. Siswa disambut oleh Pengawas Distrik Sekolah Mahnomen Jeff Bisek di Sekolah Dasar Mahnomen pada Mahnomen, Minnesota. (Foto: REUTERS/Dan Koeck)

Di sekolah Gideon Pond memiliki sektiar 500 siswa. Lebih dari separuh siswa-siswa tersebut berasal dri keluarga berpenghasilan rendah. Dua pertiga dari mereka adalah pelajar minoritas, non kulit putih. Hassan bertekad semua pelajar mendapat pendidikan berkualitas.

“Siswa minoritas atau kulit berwarna, khususnya siswa kulit hitam, menghadapi masalah dalam hal sumber daya dan dalam mendapatkan pendidikan berkualitas, ” kata Hassan.

“Jadi, saya menuntut, apakah saya mengajar pada sekolah khusus atau charter ataupun di sekolah negeri, semua siswa menerima pendidikan berkualitas. Kemudian, saya memberi mereka sumber daya yg mereka butuhkan supaya mereka dapat mengikuti proses belajar mengajar dengan baik di dalam maupun pada luar kelas, ” lanjutnya.

Qorsho Hassan dibesarkan pada negara bagian Ohio. Di sana ia mengajar di sekolah selama tiga tahun. Dia sempat mengajar satu tahun di Kuala Lumpur, Malaysia, melalui program Fulbright dari Departemen Luar negeri Amerika.

Sayangnya, karena pemotongan anggaran, Hassan kehilangan pekerjaannya sebagai guru di Gideon Park. Dalam musim gugur ini, dia maka akan kembali mengajar, tetapi di sekolah berbeda. Ia mengajar kelas empat di sekolah dasar Echo Recreation area, juga di Brunsville.

“Saya senang menciptakan suasana kelas di mana siswa ya merasa nyaman, di mana mereka merasa aman, di mana mereka merasa bisa dengan leluasa datang ke saya untuk menyampaikan masalah mereka dan mereka merasa meraih dukungan dalam segala hal, ” kata Hassan.

Hassan akan mewakili Minnesota dalam pemilihan guru terbaik untuk tingkat lokal tahun 2020. Pemenang akan diumumkan tahun depan.

Sementara itu, Hassan berencana menggunakan gelar barunya untuk mendorong perekrutan lebih banyak guru kulit hitam. [ew/ka]

depresseddingof9e640ac

https://urlking.info