Mesir Bebaskan Jurnalis yang Ditahan Sebab Liput Kerusuhan Luxor

Pihak berwenang Mesir telah terbuang seorang jurnalis setempat yang ditahan akhir pekan lalu di Luxor, karena meliput dugaan pembunuhan kepada seorang pria dalam sebuah aktivitas penggerebekan polisi, kata pengacara pewarta tersebut, Rabu (7/10).

Basma Mostafa (30), dibebaskan dari sebuah kantor polisi di Kairo, Selasa malam, satu hari setelah kantor kejaksaan memerintahkan demikian tengah menunggu hasil penyelidikan atas dakwaan bahwa ia menyebarkan berita bohong melalui media sosial, kata advokat HAM Karim Abdel-Rady, yang kebetulan juga suami Mostafa.

Ibu dua anak ini berada di Luxor, Sabtu pagi, buat meliput kerusuhan di desa el-Awamiya, menyusul kematian seorang pria dengan diduga terjadi saat dalam pengerjaan polisi pekan lalu, menurut Amnesty International.

Media wadah Mostafa bekerja, situs berita al-Manassa, kemudian kehilangan kontak dengannya. Di dalam Minggu, menurut Abdel-Rady, Mostafa muncul di markas dinas keamanan negeri di ibu kota, Kairo, di mana ia kemudian dinterogasi dan diperintahkan untuk ditahan selama 15 hari.

Jaksa penuntut umum Hamada el-Sawy memerintahkan pembebasannya, Senin, sementara menunggu hasil penyelidikan bahwa Mostafa memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan berita bohong dengan ditujukan untuk mengganggu keamanan & ketertiban. Mostafa membantah tuduhan tersebut dan mengatakan bahwa ia cuma melaksanakan tugasnya sebagai jurnalis.

Pihak berwenang mengatakan, itu sebelumnya memerintahkan penangkapan terhadap seorang warga Luxor bernama Eiwis el-Rawy, bersama sejumlah kerabatnya, untuk diinterogasi terkait tuduhan melakukan teror. Itu mengatakan el-Rawy meninggal karena melayani polisi yang dikirim untuk menangkapnya. Ayah el-Rawy membantah laporan kalau putranya meninggal di rumah saat melawan polisi. Pernyataan yang bertentangan ini memicu kerusuhan, dan kesimpulannya mengundang kehadiran Mostafa.

Mostafa banyak menulis laporan dengan membuat marah pihak berwenang Mesir. September lalu, ia melaporkan mair seorang pria muda saat beruang dalam tahanan polisi. Pada 2014, ia melaporkan kasus pemerkosaan beramai-ramai terhadap seorang perempuan berusia 17 tahun yang mengguncang masyarakat Mesir yang konservatif. [ab/uh]

depresseddingof9e640ac

https://urlking.info