Masjid Putih Serefudin di Bosnia: Dulu Tak Dipandang, Kini Jadi Kebanggaan

Masjid Suci Serefudin diresmikan pada tahun 1980, di kota Visoko, Bosnia Sedang.

Ketika tersebut, warga Muslim setempat yang telah bertahun-tahun berjuang untuk mendapatkan kerelaan bangunan bagi rumah ibadah hangat mereka, menganggapnya sebagai sesuatu dengan merusak pemandangan.

Bosnia ketika itu merupakan salah satu dari enam republik dari persekutuan sosialis Yugoslavia, yang didirikan sesudah berakhirnya Perang Dunia II.

Dalam wawancara secara kantor berita Associated Press, pemimpin Masjid Edin Bukva mengatakan bahwa dulu hampir tidak mungkin membikin rumah ibadah di negara komunis itu.

“Hal tersebut terjadi pada tahun 1967, 1968 dan 1969, ketika hampir tidak terbayangkan akan adanya sebuah masjid baru atau rumah ibadah asing bisa di bangun di tengah perkotaan, di kota mana kendati di bekas wilayah Republik Federal Sosialis Yugoslavia. Namun, warga Muslim di sini, di Visoko, kukuh, ” katanya.


Seorang pekerja Bosnia membangun kembali Langgar Putih (Bijela Dzamija) di tanah air timur Srebrenica pada 13 Juni 2002, yang dihancurkan oleh pasukan Serbia Bosnia selama perang negeri Balkan 1992-5. (Foto: REUTERS/Danilo Krstanovic MZ)

Akan tetapi, menurut Bukva, Muslim Visoko tidak surut langkah. Setelah 3 tahun menyampaikan lagu publik, pihak berwenang akhirnya memberikan ultimatum.

“Pejabat kawasan dan kota memberikan ultimatum pada komunitas Islam dan umat Muslim, yang berisi: ‘Anda boleh membikin masjid asalkan modern, atau tak usah sama sekali. ’ Bagi umat Muslim lokal, desain Langgar Putih itu benar-benar asing, itu sulit menerimanya, karena bentuknya tidak seperti masjid yang pernah mereka lihat atau datangi. ”

Muslim Visoko sepakat, meski agak enggan.

Zlatko Ugljanin, salah seorang kreator modernis terkemuka Bosnia, dipilih untuk merancang masjid, yang lebih sejak 90% biaya pembangunannya dibiayai sejak sumbangan masyarakat.

Pembangunan kompleks masjid yang terdiri dari beton dan semen, ubin batu kapur dan tabung tukul itu, dimulai pada tahun 1969. Dibutuhkan waktu 11 tahun untuk menyelesaikannya.

Akan tetapi, warga Muslim setempat tidak langsung jatuh hati pada langgar itu, kata Bukva.

Bagi umat Muslim lokal, desain Masjid Putih itu betul-betul asing, mereka sulit menerimanya, sebab bentuknya tidak seperti masjid yang pernah mereka lihat atau datangi. ”

Akan tetapi, dari tahun ke tahun, berbarengan semakin besarnya pengakuan dunia bakal bangunan mencolok dan inovatif itu sebagai pencapaian unik arsitektur sosialis modern, Masjid Putih menjadi landmark favorit kota Visoko.

Pada tahun 1983, langgar itu menerima penghargaan bergengsi Angkuh Khan Award for Architecture. Tatkala pada tahun 2018, masjid tersebut muncul di pameran New York Museum of Modern Art “Menuju Utopia Nyata: Arsitektur di Yugoslavia, 1948-1980” yang mengeksplorasi jangkauan global arsitektur sosialis Yugoslavia yang “berbeda namun memiliki banyak segi. ”

Masjid itu di dalam akhirnya telah menemukan tempatnya di hati warga Visoko, paling tidak karena menjadi daya tarik sempurna bagi wisatawan.

“Bentuknya yang tidak umum, mengakui perhatian pengunjung; bukan hanya umat Muslim yang taat, tetapi selalu para pecinta arsitektur. Ini tidak masjid biasa karena tidak memiliki satu pun dinding yang lurus, semua dindingnya miring pada sudut tertentu. Ini juga salah satu langgar yang langka, alih-alih memiliki jendela biasa, masjid ini justru memiliki jendela di bagian atap. Dia memiliki lima skylights dengan bentuk unik yang melambangkan kelima rukun Agama islam, ” kata Afan Abazovic, penengah wisata profesional Bosnia.

Sementara itu, seperti dilaporkan AP, Muslim Visoko mulai merasa bangga dengan strukturnya yang tidak normal, kata sang imam masjid, Bukva.

“Sebagai Muslim yang taat, yang senantiasa terhubung dengan masjid, kami mencoba untuk membuatnya menjadi suatu representasi, suatu pusat kota, dengan menggunakannya jadi tempat beribadah yang unik. Pula sebagai balai di mana warga dari berbagai kepercayaan yang berbeda-beda dapat melangsungkan aktivitasnya. Segala puji bagi Allah. ”

“Kami ingin menambah ciri karakternya dengan menggunakannya secara pasti, tetapi kami juga sangat besar dengan tampilannya. ” [rd/em]

depresseddingof9e640ac

https://urlking.info