Pencetus Belarus, Iran, AS, Nikaragua Renggut Penghargaan Alternatif Nobel

Seorang aktivis pro-demokrasi Belarus, seorang pengacara HAM Iran yang dipenjarakan, seorang pengacara hak sipil AS, dan seorang penggagas lingkungan dan hak penduduk asli Nikaragua, Kamis (1/10), meraih penghargaan tertinggi dari Swedia yang kadang disebut alternatif penghargaan Nobel.

Ales Bialiatski dari Belarus, Nasrin Sotoudeh dari Iran, Bryan Stevenson dari AS, dan Lottie Cunningham Wren dari Nikaragua, bersama-sama meraih Right Livelihood Award.

Ole von Uexkull, Eksekutif Right Livelihood Foundation, mengucapkan, para peraih penghargaan tahun tersebut bersatu dalam perjuangan mereka mewujudkan kesetaraan, demokrasi, keadilan dan kebebasan.

“Menantang sistem norma yang tidak adil dan rezim politik yang diktatoris, mereka lulus memperkokoh HAM, memberdayakan masyarakat madani, dan mempersoalkan pelanggaran kelembagaan, ” kata Von Uexkull dalam suatu pernyataannya.

Bialiatski & organisasi nirlaba yang dipimpinnya, Viasna, dianugerahi penghargaan itu atas kegigihannya mewujudkan demokrasi dan HAM di Belarus. Viasna didirikan Bialiatski pada 1996 sebagai tanggapan terhadap penindasan demonstrasi oleh pemerintah Alexander Lukashenko.


Pengacara HAM Iran Nasrin Sotoudeh, di kantornya pada Teheran, Iran, 1 November 2008. (Foto: dok).

Pengacara HAM Nasrin Sotoudeh terpilih karena keberaniannya memperjuangkan kebebasan politik dan HAM dalam Iran. Perempuan itu saat tersebut sedang menjalani masa hukuman kurungan 12 tahun karena membela perempuan-perempuan yang ditangkap karena melanggar peraturan wajib mengenakan hijab.

Pengacara AS Bryan Stevenson dipilih karena usahanya mereformasi sistem meja hijau kriminal AS dan memperjuangkan rekonsiliasi ras. Lottie Cunningham Wren diberi penghargaan karena dedikasinya yang tak pernah surut dalam melindungi lahan-lahan dan komunitas-komunitas penduduk asli dibanding eksploitasi dan penjarahan.

Right Livelihood Award diciptakan sosial Jerman keturunan Swedia Jakob von Uexkull pada 1980 setelah Yayasan Nobel menolak untuk menciptakan penghargaan di bidang lingkungan dan pembangunan internasional. Penerima penghargaan ini memperoleh hadiah uang sekitar 111. 000 dolar AS untuk mendukung perjuangan mereka di negara masing-masing. [ab/uh]

depresseddingof9e640ac

https://urlking.info