Hakim AS Hentikan Sementara Larangan Pemerintah terhadap TikTok

Seorang hakim federal AS telah menghentikan untuk sementara perintah pemerintahan Presiden AS Donald Trump untuk melarang aplikasi video populer TikTok pada toko-toko aplikasi AS.

Larangan itu seharusnya mulai valid pada hari Minggu tengah malam atas perintah Departemen Perdagangan GANDAR, suatu langkah terbaru yang menargetkan apa yang disebut para penguasa pemerintah adalah masalah keamanan dengan perusahaan-perusahaan China.

Hakim memberi para pengacara TikTok dan pemerintah waktu hingga Rabu untuk bertemu dan mengusulkan jadwal bagi persidangan kasus itu lebih tinggi.

Para pengacara TikTok berpendapat dalam sidang hari Minggu bahwa pelarangan aplikasi itu mau melanggar hak-hak kebebasan berbicara penggunanya, sekaligus menimbulkan kerugian yang tak dapat diganti bagi bisnis kongsi itu.

“Kami hendak terus membela hak-hak kami demi kepentingan komunitas dan karyawan awak, ” sebut perusahaan itu dalam suatu pernyataan yang menyambut putusan hakim.

Departemen Perniagaan AS menyatakan setelah putusan tersebut bahwa perintah eksekutif Presiden Trump Agustus lalu yang menguraikan kekhawatiran bahwa TikTok mengumpulkan data dengan luas yang dapat berakhir dalam tangan pemerintah China “sepenuhnya konsisten dengan undang-undang dan mendorong keinginan keamanan nasional

menuturkan pemerintah mematuhi perintah hakim tersebut tetapi berniat untuk “membela dengan kuat” perintah eksekutif tersebut dan penerapannya dari berbagai tantangan asas.

Pemerintahan Trump serupa berupaya menutup aplikasi populer yang lain, WeChat, dari toko-toko aplikasi GANDAR, sebelum hakim mengeluarkan perintah seminggu silam untuk menghentikan larangan tersebut juga.

China sudah menolak tuduhan AS bahwa penggunaan itu menimbulkan kekhawatiran keamanan, seraya menuduh AS mengganggu perusahaan-perusahaan China. [uh/ab]

depresseddingof9e640ac

https://urlking.info