PM Pakistan Tuntut PBB Lawan ‘Islamofobia’ yang Melonjak

Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk secara universal melarang apa yang disebutnya peningkatan Islamofobia di banyak negeri, termasuk di negara tetangganya, India. Dalam pidato yang direkam untuk Sidang Umum PBB pada keadaan Jumat (25/9), pemimpin Pakistan tersebut mengecam publikasi baru kartun Rasul Muhammad oleh Charlie Hebdo, mingguan satir Perancis.

“Muslim terus menjadi sasaran dengan berlakunya impunitas di banyak negara, ” ujar Khan. Ia menambahkan, gaya kebencian dan kekerasan yang menyusun terhadap agama “atas nama kebebasan berpendapat” menegaskan Islamofobia.

“Kami menekankan bahwa provokasi yang disengaja dan hasutan untuk kemuakan dan kekerasan harus dilarang dengan universal, ” kata Khan. “Majelis ini seharusnya mendeklarasikan ‘Hari Universal untuk Memerangi Islamofobia’ dan mendirikan koalisi untuk memerangi momok itu, ” tegasnya.

Khan kembali menyerang pemerintah nasionalis Hindu Perdana Menteri India Narendra Modi karena diduga mengubah negara itu menjadi negara yang mensponsor antipati dan kekerasan agama terhadap dekat 200 juta Muslim minoritas dengan tinggal di India.

“Mereka percaya bahwa India secara eksklusif untuk umat Hindu dan lainnya bukan warga negeri yang setara, ” kata majikan Pakistan itu.

Utusan Besar India untuk PBB T. S. Tirumurti mengomentari pidato Khan di Twitter. Ia menyebutnya “diplomatik baru yang cetek ” penuh “kebohongan yang kejam. ”

Ketegangan militer Pakistan dengan India meningkat sejak Agustus 2019, ketika pemerintah India mencabut status semi-otonomi yang selama puluhan tahun diberlakukan dalam dua pertiga wilayah Kashmir dengan dikuasai India dan membaginya menjelma dua wilayah persatuan.

Islamabad, yang mengelola sepertiga Kashmir, menolak tindakan itu, dan mengucapkan bahwa Kashmir adalah wilayah perkara yang diakui internasional di lembah resolusi Dewan Keamanan PBB dengan telah lama ada. Tidak ada negara yang bisa mengubah status itu secara sepihak.

Kedua negara bersenjata nuklir tersebut mengklaim keseluruhan wilayah di Himalaya itu, dan telah dua kala berperang untuk memperebutkannya. [ka/pp]

depresseddingof9e640ac

https://urlking.info