Warga Amerika akan melewatkan akhir pekan Hari Buruh dengan secara tidak resmi mengakhiri musim panas yang hilang di tarikh 2020. Hal tersebut dilakukan di tengah peringatan para ahli kesehatan tubuh masyarakat bahwa pesta di halaman belakang, bar yang ramai, serta pertemuan lainnya bisa menyebabkan perebakan kembali virus corona.

“Saya menganggap akhir pasar Hari Buruh sebagai titik teliti. Apakah kita menuju arah yang benar dan meneruskan momentum kemerosotan ataukah kita menahan diri kurang ketika kita memulai lonjakan yang lain? ” kata Dr. Anthony Fauci, pakar penyakit menular terkemuka pemerintah AS.

Meningkatnya infeksi, kematian dan rawat inap selama musim panas, terutama di Selatan dan Barat, sebagian diakibatkan karena warga Amerika berperilaku sembrono selama Hari Pahlawan dan Keadaan Kemerdekaan Empat Juli.

Situasi membaik dalam beberapa minggu terakhir, dengan angka-angka menuju arah yang benar di negeri bagian yang terkena dampak menyesatkan parah seperti Florida, Arizona & Texas, tetapi ada beberapa ciri risiko yang bisa dikaitkan secara Hari Buruh: Anak-anak kembali ke sekolah, jumlah kasus di kampus melonjak, musim sepak bola perguruan tinggi dimulai, makin banyak bisnis dibuka, serta musim flu yang hendak tiba.

Kurang negara bagian sedang menuju musim liburan dengan kapasitas ruang di rumah sakit lebih sedikit daripada yang dimilik iselama Hari Satria dan Hari Kemerdekaan Empat Juli. Alabama, misalnya, memiliki sekitar 800 orang yang dirawat di vila sakit karena virus ini di dalam 1 Juli. Minggu ini, kurang di bawah 1. 000.

Lebih banyak pantai akan dibuka pada Hari Buruh daripada pada Hari Pahlawan, tetapi Fauci mengatakan itu tidak menetapkan dikhawatirkan, selama warga menjaga jeda. [my/pp]