Agenda Pemprov DKI Tiadakan Isolasi Mandiri, Dinilai Tak Efektif

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana meniadakan isolasi mandiri bagi pasien positif virus corona. Ini dikarenakan semakin banyaknya bermunculan klaster keluarga akibat tidak melayani protokol kesehatan.

Selama ini pasien yang diizinkan mengabulkan isolasi mandiri adalah pasien yang memiliki tempat tinggal cukup luas. Namun, nyatanya tak semuanya disiplin dan memiliki pengetahuan tentang protokol kesehatan.


Seorang petugas medis mengecek peralatan medis di rumah sakit darurat untuk anak obat COVID-19 di Wisma Atlet, Kemayoran, 23 Maret 2020. (Foto: Jarang via Reuters)

Pengamat kebijakan umum Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah, menilai kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tersebut tidak efektif mengurangi jumlah penularan dan penderita Covid-19 yang saat ini terus meningkat. Salah satunya lanjut Trubus dikarenakan terbatasnya jumlah tenaga medis, jalan kesehatan dan rumah sakit.

Penambahan pasien Covid-19 di Jakarta mencatat angka tertinggi pada Kamis (3/9/), yakni 1. 406 orang. Dengan penambahan itu, jumlah kumulatif pasien Covid-19 di Jakarta hingga hari ini menjadi 43. 709 orang.

“Dengan ditempatkan disatu tempat itu malah jadi akhirnya Covid itu jadi susah ditangni sebab tetap saja mereka ketemu keluarganya, ketemu orang lain juga menjenguk dan apa. Itu berapa tempat yang dibutuhkan untuk segitu banyaknya karena sekarang masif sekali penyebarannya itu, ” kata Trubus.

Pemprov DKI Jakarta masa ini sedang menyiapkan regulasi supaya semua pasien Covid-19 bisa diisolasi di rumah sakit ataupun wadah yang disediakan pemerintah. Dengan begitu, nantinya tidak akan ada isolasi mandiri bagi pasien Covid-19 biar hanya bergejala ringan atau tanpa gejala.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pihaknya akan meningkatkan kapasitas rumah rendah dan tenaga kesehatan profesional maka 1. 800 orang. “


Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (courtesy: Pemprov DKI Jakarta).

Jadi dengan begitu Insya Tuhan kita bisa menangani semua karakter yang harus dirawat. Jadi kita menyaksikan kapasitas rumah sakit saat ini memang di atas 70 obat jerih, idealnya di bawah 60 tip. Jadi sekarang ktia akan tambah lagi kapasitas tempat tidur pada ICU maupun di ruang isolasi rumah sakit” ungkap Anies.

Satgas Covid-19 Setuju Dorong Pasien Dirawat di RS Darurat

Juru bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito, menyatakan pemerintah mengesahkan dan akan mendorong pasien dengan mengalami gejala ringan hingga cukup untuk dipindahkan ke RS Genting Wisma Atlet Kemayoran Jakarta.


Jubir Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito dalam telekonferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (3/9) Akui Pemerintah Belum Mampu Tekan Laju Penyebaran Virus Corona di Indonesia. (Foto: Setpres RI)

Sekarang ini kata Wiku, seluruh kota administratif di DKI kini telah memasuki zona merah atau daerah dengan risiko penularan Covid-19 yang tinggi. Sementara, hanya letak satu daerah dengan kategori zona kuning atau risiko rendah, yaitu Kabupaten Kepulauan Seribu.

Untuk itu Wiku meminta Pemprov DKI menegakkan aturan kedisipinan adat kesehatan di masa PSBB pertukaran, termasuk memastikan kedisiplinan warga ibu kota. [fw/em]

depresseddingof9e640ac

https://urlking.info