Perancis Kecam Majalah yang Gambarkan Legislator Kulit Hitam Sebagai Budak

Sebuah majalah Perancis menodong maaf pada hari Sabtu (29/8) setelah mengilustrasikan seorang anggota dewan perwakilan rakyat kulit hitam, Danielle Obono, jadi budak. Pemerintah dan pejabat Perancis mengecam publikasi tersebut, sebagaimana dilaporkan kantor berita Associated Press.

“Ekstrim kanan, menjijikkan, bodoh dan kejam, ” cuit Obono dari partai kiri ‘Defiant France’.

“Saya sakit hati untuk republik kami, saya sakit hati untuk Perancis saya, ” kata Obono, yang lahir di bekas koloni Perancis di Gabon kepada televisi BFM. Ia menyebut publikasi itu jadi serangan politik terhadap dirinya dan orang lain yang melawan “rasisme, stigmatisasi yang dialami jutaan teman kami. ”

Majalah Valeurs Actuelles, yang memiliki pembaca dari sayap kanan, meminta maaf dalam sebuah pernyataan pada keadaan Sabtu (29/8). Wakil editor Tagdual Denis mengatakan kepada televisi BFM bahwa gambar tersebut tidak dirancang untuk melukai Obono dan menentang bahwa itu adalah taktik buat menarik perhatian.

Banyak demonstrasi yang digelar dalam Perancis pada bulan Juni serta Juli terkait ketidakadilan rasial serta kebrutalan polisi yang terinspirasi oleh gerakan Black Lives Matter & kematian George Floyd di tewas seorang polisi di Amerika Konsorsium.

Presiden Prancis Emmanuel Macron berjanji untuk membasmi rasisme. Namun dia juga menegaskan Perancis tidak akan menurunkan patung tokoh-tokoh yang terkait dengan era kolonial atau perdagangan budak, seperti dengan terjadi di negara lain pada beberapa bulan terakhir. [ah]

depresseddingof9e640ac

https://urlking.info