Kongsi restoran waralaba McDonald’s mengatakan, padahal menggugat mantan CEO Stephen Easterbrook, yang dipecat tahun lalu karena mempunyai hubungan tidak pantas dengan seorang pegawainya. Ia dituduh hari Senin (10/8), menutupi hubungannya dengan tiga karyawan lain dan menghapuskan bukti. Perusahaan itu sekarang mau memperoleh kembali jutaan dolar uang kompensasi yang dibayarkan kepada Easterbrook.

“McDonald’s tidak hendak membiarkan perilaku karyawan yang tak mencerminkan nilai-nilai (moral), ” sekapur Presiden dan CEO McDonald’s’s Chris Kempczinski, yang dinaikkan pangkatnya setelah Easterbrook dipecat, dalam sebuah suruhan kepada karyawan, Senin.

Gugatan tersebut menyoroti pelecehan erotis selama bertahun-tahun di McDonald’s yang berpusat di Chicago dan memiliki 39. 000 restoran. Di Amerika saja, lebih dari 50 pelaku telah mengajukan tuduhan terpisah berasaskan pelecehan seksual, kepada Komisi Kesamaan Kepegawaian AS atau ke pengadilan negara bagian.

Para pemimpin Fight for $ 15 atau gerakan yang menuntut honorarium $15 per jam dan konsorsium pekerja untuk RM cepat hidangan mengatakan hari Senin, McDonald’s kudu menggunakan uang yang diperoleh sejak Easterbrook untuk program-program yang dipimpin pekerja yang menentang pelecehan seksual.

Dewan direksi McDonald’s menyetujui perjanjian terpisah yang jadi Easterbrook tidak perlu mengembalikan hampir $ 42 juta tunjangan nyata saham, menurut Equilar (kantor keterangan dan teknologi), yang melacak kompensasi eksekutif. Easterbrook juga mendapat honorarium selama 26 minggu, sekitar $ 670. 000, sebelum ia dipecat. [ps/ii]