Twitter, Kamis (6/8) mengumumkan keputusannya untuk mencantumkan label pada akun-akun media dengan dikontrol pemerintah. Label baru itu akan ditambahkan khusus pada akun milik media yang dikontrol negeri lewat bantuan keuangan, dan mendapat tekanan politik langsung atau tak langsung, serta dikontrol produksi dan distribusinya, demikian yang dikutip sejak keterangan Twitter pada salah kepala cuitannya.

Selama ini, label seperti itu dipasang pada akun-akun milik harian China Daily, Russia Today dan kantor berita Sputnik, yang berpusat di Rusia, serta sejumlah media outlet lainnya.

Menurut Twitter, pemberian label itu “dimulai dari kelompok-kelompok negara yang sudah ditentukan dan terbatas, sebelum diperluas ke lebih banyak akun hak negara lain di masa depan”. Twitter juga berencana memasang etiket khusus pada akun milik tokoh-tokoh pemerintahan, termasuk Duta Besar dan Menteri Luar Negeri.

Platform media sosial itu serupa telah berselisih pendapat dengan Presiden Trump di masa lalu, perkara pemasangan cuitan. Hari Rabu kemarin, Twitter telah “mengunci” akun manuver pilpres Trump karena dianggap mengabaikan peraturan yang melarang informasi tiruan tentang anak-anak yang katanya “praktis imun terhadap Covid-19. ” Kecendekiaan baru Twitter itu kemungkinan mau menghadapi kecaman keras dari Kepala Trump, yang mengirim cuitan lewat Twitter tiap hari.

Sejumlah anggota partai Republik mengucapkan, Twitter dan beberapa media outlet lainnya secara khusus telah menyensor pandangan-pandangan yang dianggap konservatif untuk menekan pandangan mereka dalam bervariasi isu. [ii/es]