Mahasiswa Harvard University Kembali ke Kampus

Harvard University akan mengizinkan 40 persen dari populasi mahasiswanya kembali ke kampus pada musim gugur itu, meskipun semua perkuliahan akan diselenggarakan secara virtual.

Harvard sebelumnya sudah mengumumkan seluruh kelasnya akan diselenggarakan secara virtual dan dari jarak jauh sampai semester musim gugur akibat pandemi Covid-19. Namun pada Senin lulus, lembaga tinggi itu mengumumkan para-para mahasiswa tahun pertama dan itu yang membutuhkan sarana kampus diperbolehkan datang ke kampus.

“Kami juga akan mengundang ke kampus para mahasiswa yang kemungkinan tidak bisa belajar di lingkungan rumah mereka, ” demikian ditulis oleh Harvard dalam pemberitahuan Senin itu.

Pengumuman itu mengatakan, pihak universitas akan memberikan tunjangan perumahan dan dahar untuk mereka yang tidak balik ke kampus musim gugur ini, tetapi pungutan uang kuliah tidak diubah, kemungkinan ada sedikit kenaikan dari tahun akademis sebelumnya.

Sebuah survei pada April memperoleh temuan, 45 persen mahasiswa Harvard mempertimbangkan untuk tidak mengikuti kelas semester musim gugur kalau itu diselenggarakan secara virtual, serupa itu menurut harian mahasiswa Harvard, Crimson.

Universitas-universitas di Amerika telah menyusun berbagai keputusan tentang penyelenggaraan kelas-kelas di musim mati. University of Georgia misalnya akan memulihkan kegiatan sepenuhnya seperti semula, sementara ada juga lembaga tinggi yang sepenuhnya mengandalkan kelas-kelas virtual.


Menara Harkness pada kampus Universitas Yale di New Haven, Conn., 9 September 2016. (Foto: AP)

Minggu lalu, Yale University mengumumkan rencana yang mendekati dengan Harvard yang akan menyekat populasi mahasiswa di kampus. Yale akan buka kembali tetapi minus mahasiswa tingkat kedua hadir di kampus, dan kemudian pada musim semi, tanpa kehadiran mahasiswa terakhir.

Sementara kasus virus corona semakin merebak di wilayah Los Angeles, University of Southern California minggu lalu mengumumkan, agenda memulangkan para mahasiswa S1-nya kembali ke kampus telah dibatalkan, serta kebanyakan kelas akan diselenggarakan online .

Pada Maret, kebanyakan universitas dipaksa untuk membuat keputusan cepat bagaimana menutup kampus mereka ditengah-tengah perebakan Covid-19. Waktu itu banyak madrasah menganjurkan mahasiswanya agar tetap susunan di rumah saja menyusul periode liburan musim semi mereka. [jm/ii]

depresseddingof9e640ac

https://urlking.info