YouTube Tak Perlu Ungkap Data Sempurna Tersangka Pencuri Hak Kekayaan Sastrawan

Pengadilan tertinggi Uni Eropa, Kamis (9/7), memutuskan kalau platform-platform online tidak perlu mengungkap bukti pribadi lengkap, termasuk alamat email, nomor telepon dan alamat IP para penggunanya yang secara gelap mengunggah film-film atau materi-materi lain yang dilindungi hak cipta.

Kasus itu berakar daripada permohonan seorang distributor film Jerman agar YouTube mengungkap rinci para-para penggunanya yang mengunggah film “Parker” dan film “Scary Movie 5” di YouTube. YouTube dan perusahaan induknya, Google, menolak permohonan distributor itu untuk mengungkap alamat email, nomor telepon dan alamat IP yang digunakan tersangka.

Pengadilan Federal Jerman merujuk kejadian itu ke Mahkamah Eropa (ECJ), yang kemudian memutuskan bahwa platform-platform online seperti YouTube hanya perlu mengungkap alamat pos sesuai hukum Eropa terkait hak atas kekayaan intelektual.

“Ketika sebuah hidup secara ilegal diunggah ke platform online, seperti YouTube, pemegang hak membangun, sesuai pedoman penegakan hak-hak pada kekayaan intelektual, dapat meminta operator untuk hanya menyediakan alamat pos, bukan alamat email, alamat IP, dan nomor telepon tersangka, ” kata ECJ dalam sebuah pernyataannya.

Distributor film Jerman, Constantin Film Verleih, mengambil siasat hukum setelah tiga pengguna YouTube mengunggah dua film itu dengan keseluruhan pada 2013 dan 2014. Film-film itu sempat ditonton ribuan kali sampai akhirnya diblokir. [ab/uh]

depresseddingof9e640ac

https://urlking.info