Gedung Putih Kirim Pejabat Tinggi Intelijen ke Kongres soal Tuduhan Penghargaan Rusia

Para penguasa senior intelijen AS akan memberi keterangan kepada para anggota istimewa Kongres hari Kamis (2/7), menimpa tuduhan adanya rencana Rusia membalas militan untuk menyerang pasukan Amerika dan koalisi di Afghanistan.

Gedung Putih mengukuhkan bahwa Direktur CIA Gina Haspel serta Direktur Badan Keamanan Nasional Paul Nakasone akan bertemu para bagian yang disebut sebagai Kelompok Delapan.

Pertemuan itu akan menjadi kesempatan pertama bagi para legislator untuk mendengar langsung sejak para pejabat intelijen kawakan menghantam laporan bahwa Rusia menawarkan pemberian kepada militan terkait Taliban buat menarget dan membunuh tentara GANDAR dan sekutu.

Mematok kini, keterangan mengenai tuduhan itu dipimpin oleh Direktur Intelijen Nasional John Ratcliffe, mantan anggota DPR AS yang baru dilantik sekitar satu bulan lalu, serta Penasihat Keamanan Nasional Robert O’Brien & Kepala Staf Gedung Putih Mark Meadows, keduanya baru menjabat kurang dari satu tahun.

Ketiga pejabat itu telah berulang kali mengatakan kepada wartawan bahwa informasi mengenai tuduhan terkait kalender tersebut tidak dapat dikukuhkan, menyelamatkan keputusan untuk tidak membawa berita intelijen itu kepada Presiden Donald Trump.

“Orang yang memutuskan sebelumnya mengenai apakah pemimpin harus diberi pengarahan mengenai perkara ini di kantor presiden, pada pengarahan intelijen di Gedung Putih, adalah seorang pejabat karier senior dari kalangan sipil, ” logat O’Brien kepada wartawan Gedung Putih hari Rabu. “Dan ia mengambil keputusan itu karena ia tak yakin akan info intelijen dengan muncul. ”

O’Brien juga mengatakan Gedung Putih sedang menyusun tanggapan terhadap Rusia apabila info intelijen tambahan membuktikan kredibilitas laporan-laporan awal. “Ini ialah tuduhan-tuduhan penting yang, apabila dikukuhkan, saya dapat jamin bahwa kepala akan mengambil tindakan keras, ” ujarnya. “Kami telah bekerja selama beberapa bulan mengenai berbagai preferensi. ”

Tetapi para-para pejabat, sewaktu ditekan, menolak merinci langkah berikutnya. “Saya tidak akan mendahului presiden mengenai tindakan, kami juga tidak akan mendahului intelijen, ” kata Sekretaris Pers Kayleigh McEnany dalam keterangan di Gedung Putih, seraya menyatakan bahwa info intelijen itu masih belum diverifikasi.

Sementara itu Pemimpin Trump sendiri hari Rabu tetap menyangkal tuduhan mengenai rencana Rusia itu dengan menyebutnya sebagai hoaks, mula-mula melalui cuitan di Twitter, dan kemudian dalam wawancara secara jaringan televisi kabel berbasis pada AS Fox Business News. [uh/ab]

depresseddingof9e640ac

https://urlking.info