Korea Selatan memperingati 70 tahun dimulainya Perang Korea pada tengah-tengah pandemi virus corona.

Peringatan ini bukan keadaan libur resmi. Akan tetapi keterangan tersebut kerap ditandai dengan berbagai upacara, pameran foto perang serta tur ke bekas-bekas medan konflik bagi para veteran asing yang berkunjung.

Tahun ini, banyak peringatan umum dikurangi atau dibatalkan karena virus corona, yang menurut para pejabat kesehatan pantas memasuki gelombang ke-dua di Korea Selatan.

Kim Young-ho termasuk di antara 370 veteran Perang Korea yang mendapat penghormatan pada upacara Kamis pagi dalam Kabupaten Cheorwon, di sebelah timur laut Seoul dan berdekatan dengan zona demiliterisasi yang memisahkan ke-2 Korea sejak awal 1950-an.

Kementerian urusan Patriot dan veteran Korea Selatan memperkirakan ada 84 ribu veteran Perang Korea yang masih hidup.


Seorang veteran Perang Korea berlaku melalui alat sterilisasi sebagai upaya pencegahan terhadap virus Covid-19 sebelum menghadiri upacara peringatan 70 tarikh pecahnya Perang Korea di Cheorwon, dekat perbatasan dengan Korea Melahirkan, Korea Selatan, 25 Juni 2020.

Sesuai dengan aturan untuk melestarikan jarak fisik, semua partisipan dalam acara itu diwajibkan untuk menggunakan masker dan duduk dalam tenggang satu meter satu sama lain. Tamu yang hadir sekarang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan eksistensi pada tahun lalu, kata para-para pejabat setempat.

Kim mengatakan tidak terelakkan lagi rujukan itu perlu dilakukan dalam skala lebih kecil karena wabah virus corona. Tetapi yang membuatnya bertambah kecewa adalah bahwa setelah 70 tahun, konfrontasi antara kedua Korea masih belum terselesaikan.

Dihadapkan pada pembatasan mengenai eksistensi langsung, sejumlah lembaga kebudayaan menyelenggarakan pameran untuk memperingati Perang Korea ini secara daring.

Arsip Film Korea menampilkan lima film panjang mengenai perang itu di saluran YouTube-nya dan bakal membuat beberapa film pendek ada di layanan video-in-demand pada bulan ini, kata Jeon Min-hwa, pejabat perencanaan lembaga tersebut. Jeon menambahkan, pemutaran film-film itu dimaksudkan untuk mengingatkan para pemirsa bahwa konflik “masih terus berlangsung. ” Suatu perjanjian perdamaian yang resmi memberhentikan perang ini masih belum ditandatangani.

Museum Nasional Lembut Modern dan Kontemporer di Seoul menggunakan saluran YouTube-nya untuk memamerkan sekitar 250 karya seni dengan menggambarkan adegan-adegan perang. [uh/ab]