Sebuah gempa bumi kuat mengguncang Teluk Tomini, Sulawesi Utara, Selasa (23/6). Tidak tersedia korban cedera dan kerusakan benar-benar dilaporkan, dan tidak ada rujukan tsunami dikeluarkan.

Survei Geologi AS (USGS) mengatakan, gempa berkekuatan 5, 9 skala Richter itu terjadi pada kedalaman 102 kilometer dan berpusat di kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, sekitar 97 kilometer dari Gorontalo pada memukul 14. 43 waktu setempat. Gempa itu juga dirasakan di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah.

“Gempa berlangsung selama setidaknya 15 detik. Orang-orang berlarian ke luar rumah karena ketakutan, ” kata Mahyudin Binol, pejabat Lembaga Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Bolaang Mongondow Selatan.

Kepala Pusat Gempa Dunia dan Tsunami BMKG (Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika) Rahmat Triyono mengatakan, dengan mempertimbangkan lokasi episentrum dan kedalaman hiposentrumnya, gempa tersebut merupakan jenis gempa bumi menengah akibat aktivitas subduksi di kolong Sulawesi Utara.

Kendati hasil pemodelan BMKG tidak membuktikan bahwa gempa itu berpotensi menerbitkan tsunami, guncangannya terasa di sebanyak wilayah sekitar. Di Bone Bolango, Bolaang Uki, dan Luwuk, gempa bumi ini terasa dengan skala intensitas IV MMI (modified mercally intensity). Sementara itu, di daerah Gorontalo, Lolak, Ampana, Minahasa Tenggara, dan Tutuyan, gempa terasa dengan skala intensitas III hingga IV MMI.

Indonesia sering dilanda gempa bumi dan letusan bukit merapi karena terletak di Cincin Api Pasifik dan di pada tiga lempeng tektonik aktif. [ab/uh]